
KEPERGIAN
(buat Ayah-Bunda)
hati nurani tak lagi merasa
kata-kata tak lagi menyimpan makna
pikiran tak lagi jernih
tatapan tak lagi berarti
ujung bibir mulai gemetar
genggaman tangan mulai longgar
tijakan kaki tak lagi kokoh
saat kulihat kain putih membalut tubuhmu
Dear ayah bunda,
bunda,
Q rindu dekapmu yang beri kehangatan dalam setiap aliran nafas, Q rindu belai lembut jemarimu yang beri kesejukan jiwa, Q rindu senandung lirihmu hantarkan ku dalam impian panjang, Q rindu setiap detik yang pernah kulalui bersamamu, dan Q rindu suaramu yang jadi penyemangat dalam setiap langkah Q…
Ayah Bunda,
Saat Q rapuh, kaulah yang beri Q kekuatan, Saat Q goyah kaulah yang beri aQ topangan, Saat Q luka kaulah yang beri aQ penawar, dan Saat langkahQ mulai tersesat kaulah yang menuntun Q kembali kepangkuanmu…
ayah,
aQ tahu kau tak inginkan aQ rapuh, tak kau inginkan aQ goyah, tak kau inginkan aku terluka, dan tak kan pernah kau inginkan aQ jatuh pada dunia yang keras dan kejam ini. katamu agar kelak nanti aQ bisa berdiri dengan kaki Q sendiri, Q bisa taklukkan Dunia, agar ku bisa raih segala impi Q…dan buat kalian BANGGA,
Ayah Bunda,
Q tahu tanpamu disisi, Q harus tegar jalani roda kehidupan ini, Q tahu Q harus jadi yang terbaik untukmu, agar Q bisa kau banggakan. Tapi, saat Q rapuh dalam hidup Q. Q butuh dirimu berbagi bebanku temani diriku lalui semua ini, Q ingin kau katakan padaku semua kan berlalu. Dekap, n peluklah aQ bunda..Datanglah peluk erat tubuhku belai mesra rambutku senandungkan lagi nada cintamu ditelingaku bisikkan lagi rangkaian kata indah dijiwaku. Warnai mimpiku akan indahnya surga ditelapak kakimu.
ayah bunda,
maafkan aQ..Q belum mampu sekuat yang kalian mau, tapi aQ kan berusaha jadi yang terbaik, raih impian yang dulu kita impikan…